Terima Kasih untuk Tidak Menyerah
Di tengah standar hidup yang melelahkan, antologi “Terima Kasih Untuk Tidak Menyerah” hadir sebagai ruang untuk menyadari bahwa tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja. Kumpulan cerpen ini mengajak kita berani memeluk luka, merayakan panjangnya proses bertumbuh, dan menemukan cinta paling abadi: cinta pada diri sendiri.


Judul Buku: Terimakasih untuk Tidak Menyerah
Nama Penulis: Aliya Mujahidah Nurfitria, Anwar Muhtadin, Asitah Nurul Inayah, Ayu Syifa, Bunga Nurul Aulia, Bintang di Bumi, Debi Yohana, Hafidz Abdil Barkah, Ruri Kaisha Putri, Saniati Nur Malasari, Wasti Rahma Fitriyani.
Jumlah Halaman: x, 60
Genre Buku: Fiksi
Ukuran Buku: 14.8 x 21 CM
Penerbit: Nirwasita Dharma Cendekia
ISBN: dalam proses
Tahun Terbit: 2026
SINOPSIS/BLURB: Perjalanan setiap orang selalu memiliki keunikan tersendiri, berbagai tantangan, kegagalan, dan rintangan yang dihadapi dalam hidup menuntut kita untuk terus berdiri di kaki sendiri. Di tengah berbagai standar hidup yang seolah menuntut kesempurnaan, kita justru kerap tersesat dalam berbagai keraguan, dan memberikan pelajaran bahwa terkadang tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja. Naskah antologi bertema “Terima Kasih Untuk Tidak Menyerah” hadir sebagai perjalanan mencintai diri sendiri, para penulis merangaki berbagai perjalanannya dalam memeluk luka-luka sebagai bagian manusiawi dari sebuah proses panjang untuk bertumbuh.
Setiap cerpen dalam buku ini bukan sekadar kumpulan kisah motivasi klise, melainkan sebagai pemacu bagi siapa pun yang sedang belajar berdamai dengan dirinya sendiri, melalui berbagai sudut pandang yang akan mengajak pembaca untuk memahami bahwa mencintai diri sendiri bukanlah perjalanan yang singkat, tetapi perjalanan panjang yang pasti akan berliku, hal itu patut untuk dirayakan setiap jengkalnya. Pada akhirnya, cinta yang paling abadi adalah cinta pada diri sendiri, satu-satunya romansa paling jenaka tapi melengkapi kesempurnaan dalam diri, tanpa menuntut berbagai standar hidup yang melelahkan.
